Si hitam ini 100% adalah rempah-rempah asli Indonesia.
Memiliki banyak sekali sebutan di bumi Nusantara, antara lain Kluwak, keluak, kepahiang, pucung, di Tanah Toraja di sebut sebagai panarassan.

Selain sebagai pewarna untuk menambah kepekatan warna pada masakan, Kluwak merupakan bumbu inti yang memberikan cita rasa tersendiri.
Misalnya pada masakan Rawon yang benar-benar mengandalkan kluwek sebagai perasa utama, Sup Konro, Pallu Kaloa, Brengkes, Daging Bumbu Kluwek, sayur Pucung Betawi dan sebagainya.

Tahukah Anda bahwa Biji kluwak yang masih mentah sangat beracun karena mengandung asam sianida dalam konsentrasi tinggi. Bila di konsumsi oleh manusia dalam jumlah tertentu bisa menyebabkan pusing yang amat sangat dan juga memabukkan (bahkan istilah mabuk kepayang berasal dari biji kluwak ini)
Jaman dahulu kala racun dari biji kluwek muda di gunakan di ujung anak panah untuk berburu hewan di hutan.

Biji Kluwek mengalami perjalanan yang cukup panjang sehingga bisa mencapai meja makan kita sebelum siap di santap dengan segala kenikmatan rasanya.
Berasal dari pohon liar di hutan, yang tingginya mencapai sekitar  50 meter bahkan bisa lebih dan memiliki diameter batang sekitar 120cm ini memiliki buah yang mirip dengan bola Rugby karena itu sebagian orang asing menamainya sebagai Football Fruit, dan karena aroma buahnya yang sangat menyengat, ada juga yang menyebut sebagai False Durian.

Bila buah sudah cukup tua dan matang bisa di panen. Di bungkus salam karung, di biarkan terkena hujan selama 1-2 minggu atau bahkan di rendap di aliran sungai. Setelah proses rendaman tersebut daging buah kluwak yang berbentuk seperti serabut kelapa akan mudah untuk di kelupas dan diambil bijinya siap untuk di panen. Selanjutnya di rebus dan setelah dingin di peram dalam tanah selama kurang lebih 40hari lamanya untuk menghilangkan pengaruh racun natural dari Kluwak segar.
Nah setelah proses pemeraman inilah, isi atau daging biji kluwak yang semula berwarna putih bersih akan berubah warna menjadi kuning kecoklatan atau kehitaman dan aman untuk di konsumsi.

Walaupun belum ada peneliatian medis yang pasti, konon Kluwak di akui dapat menurunkan kadar kolesterol kita. Dengan mencampurkan kluwak pada sayur, sambal atau tumis sayuran kita.
Kami tidak menyarankan untk menyantap hidangan Rawon atau Konro sesering yang Anda suka, sebab di dalam Rawon dan Konro banyak sekali mengandung daging yang berlemak tinggi. Paling tidak membuat balance kadar kolesterol pada Rawon dan Konro.

Kandungan lain yang terdapat pada Kluwak :

  • Asam Sianida
  • Vitamin C
  • Zat Besi
  • Betakaroten
  • Asam Hidnokarpat
  • Asam Khaulmograt
  • Asam Glorat
  • Tanin

Karena kandungan bahan-bahan di atas menyebabkan pohon ini memiliki banyak manfaat diantaranya: batangnya bisa untuk bahan korek api, daunnya untuk obat cacing, antiseptik, penghilang kutu, bahan pengawet, dan sebagai bahan dasar pembuatan minyak.

Tips memilih Kluwek:
Pilih yang kulit bijinya bersih tidak berjamur. Kocok2 untuk mengetahui daging bijinya dan pilih yang berat. Pilih daging biji yang berwarna gelap dan basah serta tidak pahit. Karena daging biji yang kelabu artinya sudah berjamur atau proses pemeramannya kurang sempurna sehingga kemungkinan besar racun yang tersisa masih memiliki kadar tinggi.
Bila daging biji sudah agak mengering dan menempel di kulit biji, tidak apa2 sepanjang masih bersih, kemudian bisa di rendam dengan air panas sampai lunak dan siap untuk di olah.

Note:
Meskipun bukan termasuk tumbuhan langka, namun tanaman Kluwek ini sudah jarang di temukan.

Semoga bermanfaat

Written by:
Lina Paramitha
linaparamitha@yahoo.com
https://apotekdapur.wordpress.com

 

Advertisements